Ayah, Sampai
jumpa disurga
Tak
ada kata yang pantas terucap untukmu ayah. Mungkin engkau bukan orang terdekat.
Mungkin engkau juga bukan yang selalu berada disampingku, saat aku bahagia,
kecewa bahkan saat aku bersedih hingga meneteskan air mata.
Lama
setelah itu, kupandangi wajahmu saat tertidur lelap, terbayang kerja keras yang
ayah lakukan untuk membesarkanku. Terbayang letih yang tersimpan dalam dirimu
atas kerja keras yang ayah lakukan untuk memenuhi kebutuhanku. Seakan tak tahu
apa jadinya diri ini jika tanpa kehadiranmu. Tak ingin rasanya kehilangan dari
sisiku.
kala
itu dipetak ruang rumah sakit, Ayah tertidur lelap dengan kuatnya menahan rasa
sakit, ku pandangi wajah ayah yang tak berdaya, siang berganti malam hingga
lakrima ini melumasi wajah. Hati ini berkata “kapan ini berakhir” tak kuasa
mata ini melihat perjuangan itu.
Kini
aku telah dewasa. Tumbuh menjadi seorang gadis mandiri yang juga tidak dapat
melupakan kasih sayang ayah. Ayah semoga kita berjumpa disurga, rindu ini
selalu menghiasi saraf-saraf otak ku. Selalu terbayang kuatnya ayah menghadapi
sakit itu, hingga kebimbangan ku untuk melanjutkan kuliah. Ayah yang membuat diri
ini berdiri di jalan yang penuh dengan hambatan dan rintangan agar dapat menaklukan kerasnya kehidupan. Karena
itulah, aku selalu berdoa ”Semoga Tuhan selalu memberi yang terbaik untukmu”
Untuk setiap detak yang terjadi dalam nadi dan jantungku, hatiku berkata ”Ayah,
sampai jumpa disurga”.
With love
Triwulandari