wulan
Kitab Al-Qur'an adalah benar-benar sabda Allah SWT yang disampaikan oleh Nabi Muhammad SAW dengan mutu keajaiban terletak pada gaya bahasanya yang sempurna dan agung. Suatu mukjizat yang dapat disaksikan oleh umat manusia untuk membuktikan kebenaran Nabi Muhammad SAW.
Sabtu, 31 Maret 2012
Tips Menghafal Al-Qur’an Cepat
Niat yang ikhlas coz Allah SWT
Memperbaiki ucapan dan bacaan
Menentukan batas hapalan setiap minggu
Jangan melampaui batas hafalan wajib
Gunakan satu mushaf untuk hafalan
Pemahaman adalah jalan menghapal
Sering mendengar kaset ayat Al-Qur’an
Lakukan sholat dengan membaca hafalan
Mengulangi hafalan secara rutin
^_^ Triwulandari
Rabu, 14 Maret 2012
MEDIA PEMBELAJARAN
A. PENGERTIAN MEDIA PEMBELAJARAN
Pengertian media mengarah pada sesuatu yang mengantar/meneruskan informasi (pesan) antara sumber (pemberi pesan) dan penerima pesan. Media adalah segala bentuk dan saluran yang dapat digunakan dalam suatu proses penyajian informasi (AECT Task Force,1977:162) ( dalam Latuheru,1988:11). Robert Heinich dkk (1985:6) mengemukakan definisi medium sebagai sesuatu yang membawa informasi antara sumber (source) dan penerima (receiver) informasi. Masih dari sudut pandang yang sama, Kemp dan Dayton (1985:3), mengemukakan bahwa peran media dalam proses komunikasi adalah sebagai alat pengirim (transfer) yang mentransmisikan pesan dari pengirim (sander) kepada penerima pesan atau informasi (receiver).
Jerold Kemp (1986) dalam Pribadi (2004:1.4) mengemukakan beberapa faktor yang merupakan karakteristik dari media, antara lain :
a. kemampuan dalam menyajikan gambar (presentation)
b. faktor ukuran (size); besar atau kecil
c. faktor warna (color): hitam putih atau berwarna
d. faktor gerak: diam atau bergerak
e. faktor bahasa: tertulis atau lisan
f. faktor keterkaitan antara gambar dan suara: gambar saja, suara saja, atau gabungan antara gambar dan suara.
Selain itu, Jerold Kemp dan Diane K. Dayton (dalam Pribadi,2004:1.5) mengemukakan klasifikasi jenis media sebagai berikut :
a. media cetak
b. media yang dipamerkan (displayed media)
c. overhead transparancy
d. rekaman suara
e. slide suara dan film strip
f. presentasi multi gambar
g. video dan film
h. pembelajaran berbasis komputer (computer based learning)
Istilah media disini dilihat dari segi penggunaan, serta faedah dan fungsi khusus dalam kegiatan/proses belajar mengajar, maka yang digunakan adalah media pembelajaran. Media pembelajaran adalah semua alat (bantu) atau benda yang digunakan dalam kegiatan belajar mengajar, dengan maksud untuk menyampaikan pesan (informasi) pembelajaran dari sumber (guru maupun sumber lain) kepada penerima (dalam hal ini anak didik ataupun warga belajar). Pesan (informasi) yang disampaikan melalui media, dalam bentuk isi atau materi pengajaran itu harus dapat diterima oleh penerima pesan (anak didik), dengan menggunakan salah satu ataupun gabungan beberapa alat indera mereka. Bahkan lebih baik lagi bila seluruh alat indera yang dimiliki mampu dapat menerima isi pesan yang disampaikan (Latuheru,1988:13).
Media pembelajaran merupakan suatu alat sebagai perantara atau penyampai isi berupa informasi pengetahuan berupa visual dan verbal untuk keperluan pengajaran.
Pada umumnya keberadaan media muncul karena keterbatasan kata-kata, waktu, ruang, dan ukuran. Ditambahkan juga bahwa media pembelajaran berfungsi sebagai sarana yang mampu menyampaikan pesan sekaligus mempermudah penerima pesan dalam memahami isi pesan.
Dari beberapa penjelasan media pembelajaran di atas, dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran adalah suatu alat, bahan ataupun berbagai macam komponen yang digunakan dalam kegiatan belajar mengajar untuk menyampaikan pesan dari pemberi pesan kepada penerima pesan untuk memudahkan penerima pesan menerima suatu konsep. Fungsi dan Peranan Media Pembelajaran
Kehadiran media pembelajaran sebagai media antara guru sebagai pengirim informasi dan penerima informasi harus komunikatif, khususnya untuk obyek secara visualisasi. Dalam pembelajaran ilmu pengetahuan alam, khusunya konsep yang berkaitan dengan alam semesta lebih banyak menonjol visualnya, sehingga apabila seseorang hanya mengetahui kata yang mewakili suatu obyek, tetapi tidak mengetahui obyeknya disebut verbalisme. Masing-masing media mempunyai keistimewaan menurut karakteristik siswa. Pemilihan media yang sesuai dengan karakteristik siswa akan lebih membantu keberhasilan pengajar dalam pembelajaran.
Secara rinci fungsi media memungkinkan siswa menyaksikan obyek yang ada tetapi sulit untuk dilihat dengan kasat mata melalui perantaraan gambar, potret, slide, dan sejenisnya mengakibatkan siswa memperoleh gambaran yang nyata (Degeng,1999:19).
Menurut Gerlach dan Ely (dalam Arsyad,2002:11) ciri media pendidikan yang layak digunakan dalam pembelajaran adalah sebagai berikut :
1. Fiksatif (fixative property)
Media pembelajaran mempunyai kemampuan untuk merekam, menyimpan, melestarikan, dan merekonstruksi suatu peristiwa/objek.
2. Manipulatif (manipulatif property)
Kejadian yang memakan waktu berhari-hari dapat disajikan kepada siswa dalam waktu dua atau tiga menit dengan teknik pengambilan gambar time-lapse recording.
3. Distributif (distributive property)
Memungkinkan berbagai objek ditransportasikan melalui suatu tampilan yang terintegrasi dan secara bersamaan objek dapat menggambarkan kondisi yang sama pada siswa dengan stimulus pengalaman yang relatif sama tentang kejadian itu.
Dari penjelasan diatas, disimpulkan bahwa fungsi dari media pembelajaran yaitu media yang mampu menampilkan serangkaian peristiwa secara nyata terjadi dalam waktu lama dan dapat disajikan dalam waktu singkat dan suatu peristiwa yang digambarkan harus mampu mentransfer keadaan sebenarnya, sehingga tidak menimbulkan adanya verbalisme.
Proses belajar mengajar dapat berhasil dengan baik jika siswa berinteraksi dengan semua alat inderanya. Guru berupaya menampilkan rangsangan (stimulus) yang dapat diproses dengan berbagai indera. Semakin banyak alat indera yang digunakan untuk menerima dan mengolah informasi, semakin besar pula kemungkinan informasi tersebut dimengerti dan dapat dipertahankan dalam ingatan siswa. Siswa diharapkan akan dapat menerima dan menyerap dengan mudah dan baik pesan-pesan dalam materi yang disajikan.
Keterlibatan siswa dalam kegiatan belajar mengajar sangat penting, karena seperti yang dikemukakan oleh Edgar Dale (dalam Sadiman, dkk,2003:7-8) dalam klasifikasi pengalaman menurut tingkat dari yang paling konkrit ke yang paling abstrak, dimana partisipasi, observasi, dan pengalaman langsung memberikan pengaruh yang sangat besar terhadap pengalaman belajar yang diterima siswa. Penyampaian suatu konsep pada siswa akan tersampaikan dengan baik jika konsep tersebut mengharuskan siswa terlibat langsung didalamnya bila dibandingkan dengan konsep yang hanya melibatkan siswa untuk mengamati saja.
Berdasarkan penjelasan diatas, maka dengan penggunaan media pembelajaran diharapkan dapat memberikan pengalaman belajar yang lebih konkret kepada siswa, dan dapat meningkatkan keaktifan siswa dalam pembelajaran sebagai contoh yaitu media pembelajaran komputer interaktif.
Tujuan Penggunaan Media Pembelajaran
1. Agar proses belajar mengajar yang sedang berlangsung dapat berjalan dengan tepat dan berdaya guna.
2. Unuk mempermudah bagi guru / pendidik dalam menyampaikan informasi materi kepada anak didik.
3. Untuk mepermudah bagi anak didik dalam menyerap atau menerima materi yang disampaikan oleh guru.
4. Untuk dapat mendorong keinginan anak didik unuk mengeahui lebih banyak dan mendalam tentang materi atau pesan yang disampaikan oleh guru.
5. Untuk menghindari salah pengertian atau salah paham antara anak didik yang satu dengan peseta didik yang lain terhadap maeri yang disampaikan oleh guru.
Manfaat media pembelajaran
Menurut anonimos (2007: tanpa halaman ) manfaat media pembelajaran adalah sebagai berikut:
1. Media pengajaran dapat menarik dan memperbesar perhatian anak didik terhadap materi pengajaran yang disajikan.
2. Media pengajaran dapat mengatasi perbedaan pengalaman belajar anak didik berdasarkan latar belakang sosil ekonomi.
3. Media pengajaran dapat membantu anak didik dalam memberikan pengalaman belajar yang sulit diperoleh dengan cara lain.
4. Media pengajaran dapat membantu perkembangan pikiran anak didik secara teratur tentang hal yang mereka alami dalam kegiatan belajar mengajar mereka, misalnya menyaksikan pemutaran film tentang suatu kejadian atau peristiwa. rangkaian dan urutan kejadian yang mereka saksikan dan pemutaran film tadi akan dapat mereka pelajari secara teratur dan berkesinambungan.
5. Media pengajaran dapat menumbuhkan kemampuan anak didik untuk berusaha mempelajari sendiri berdasarkan pengalaman dan kenyataan.
6. Media pengajaran dapat mengurangi adanya verbalisme
Teori Pengembangan Media Pembelajaran
Berkembangnya komunikasi elektronik, membawa perubahan-perubahan besar dalam dunia pendidikan. Satu hal yang harus dihindari yaitu anggapan bahwa kedudukan guru akan digantikan oleh alat elektronik. Dengan keberadaan komunikasi elektronik, menambah pentingnya kehadiran guru. Berubahnya fungsi guru dan peranan guru dikaitkan dengan upaya untuk memecahkan salah satu masalah pendidikan yaitu,
1. Dengan membebaskan guru kelas dari kegiatan rutin yang banyak,
2. Melengkapi guru dengan teknik-teknik keterampilan kualitas yang paling tinggi,
3. Pengembangan penyajian kelas dengan tekanan pada pelayanan perorangan semaksimal mungkin dalam setiap mata pelajaran,
4. Mengembangkan pengajaran yang terpilih didasarkan pada kemampuan individual siswa.
Dari penjelasan diatas tentang peran baru guru dalam dunia pendidikan diharapkan dapat memperbaiki kualitas pendidikan, sehingga penggunaan berbagai macam media pembelajaran akan menggantikan berberapa fungsi instruksional dari guru (Sulaeman, 1988:24-25).
Pengembangan media pembelajaran didasarkan pada 3 model pengembangan yaitu model prosedural, model konseptual, dan model teoritik. Model prosedural merupakan model yang bersifat deskriptif, yaitu menggariskan langkah-langkah yang harus diikuti untuk menghasilkan produk. Model konseptual yaitu model yang bersifat analitis yang memberikan komponen-komponen produk yang akan dikembangkan serta keterkaitan antar komponen. Sedangkan model teoritik adalah model yang menunjukkan hubungan perubahan antar peristiwa.
Berdasarkan hal yang dikemukan diatas, pengembangan media berbantuan komputer interaktif yang dikembangkan mengikuti model prosedural dari The ASSURE, dimana langkah yang harus diikuti bersifat deskriptif yang terdiri dari 6 langkah yaitu analisis karakteristik siswa, penetapan tujuan, pemilihan media dan materi, pemanfaatan materi, pengikutsertaan siswa untuk aktif dalam pembelajaran, evaluasi/revisi. Sedangkan model konseptual dari pengembangan media berbantuan komputer ini mengikuti teori belajar behavior yang dikemukakan oleh Gagne yaitu belajar yang dilakukan manusia dapat diatur dan diubah untuk mengembangkan bentuk kelakuan tertentu pada seseorang, atau mempertinggi kemampuan, atau mengubah kelakuannya (Nasution, 1988: 131), sehingga media pembelajaran yang dikembangkan berdasar pada “Programmed Instruction”.
Sehubungan dengan penggunaan “Programmed Instruction”sebagai konsep media yang dikembangkan, maka teori belajar yang sesuai dengan karakter dari “Programmed Instruction” adalah teori belajar asosiasi, menyatakan bahwa hubungan antara stimulus dan respon. Hubungan tersebut akan semakin kuat apabila sering diulangi dan respon yang benar diberi pujian atau cara lain yang memberikan rasa puas dan senang (Nasution, 1988: 132).
Senin, 12 Maret 2012
Tumor
Tumor (bahasa Inggris: tumor, tumour) adalah sebutan untuk neoplasma atau lesi padat yang terbentuk akibat pertumbuhan sel tubuh yang tidak semestinya, yang mirip dengan simtoma bengkak. Tumor berasal dari kata tumere dalam bahasa latin yang berarti "bengkak". Pertumbuhannya dapat digolongkan sebagai ganas (malignan) atau jinak (benign).
Tumor ganas disebut kanker. Kanker memiliki potensi untuk menyerang dan merusak jaringan yang berdekatan dan menciptakan metastasis. Tumor jinak tidak menyerang tissue berdekatan dan tidak menyebarkan benih (metastasis), tetapi dapat tumbuh secara lokal menjadi besar. Mereka biasanya tidak muncul kembali setelah penyingkiran melalui operasi.
Berdasarkan tissue awal, tumor dapat dibagi menjadi:
* Tumor asal epithelial.
o squamous epithelium: squamous cell papilloma, squamous cell carcinoma
o transitional epithelium: transitional cell papilloma, transitional cell carcinoma
o basal cell (hanya di kulit): basal cell carcinoma
o glandular epithelium: adenoma, cystadenoma, adenocarcinoma
o tubules epithelium (ginjal): renal tubular adenoma, renal cell carcinoma (Grawitz tumor)
o hepatosit: hepatocellular adenoma, hepatocellular carcinoma
o bile ducts epithelium: cholangiocellular adenoma, cholangiocellular carcinoma
o melanosit: melanocytic nevus, malignant melanoma
* Tumor asal mesenchymal:
o tissue berhubungan:
+ fibroma, fibrosarcoma
+ myxoma, myxosarcoma
+ chondroma, chondrosarcoma
+ osteoma, osteosarcoma (osteogenic sarcoma)
+ lipoma, liposarcoma
o otot:
+ leiomyoma, leiomyosarcoma
+ rhabdomyoma, rhabdomyosarcoma
o endothelium:
+ hemangioma (capillary h., cavernous h.), glomus tumor, hemangiosarcoma, Kaposi sarcoma
+ lymphangioma, lymphangiosarcoma
* Tumor sel darah:
o hematopoietic cells: leukemia
o lymphoid cells: non-Hodgkin lymphoma, Hodgkin lymphoma
* Tumor sel germ:
o Teratoma (mature teratoma, immature teratoma)
Tumor epithelial dianggap ganas bila dia menembus basal lamina dan dianggap jinak bila tidak.
Tumor disebabkan oleh mutasi dalam DNA sel. Sebuah penimbunan mutasi dibutuhkan untuk tumor dapat muncul. Mutasi yang mengaktifkan onkogen atau menekan gen penahan tumor dapat akhirnya menyebabkan tumor. Sel memiliki mekanisme yang memperbaiki DNA dan mekanisme lainnya yang menyebabkan sel untuk menghancurkan dirinya melalui apoptosis bil DNA rusak terlalu parah. Mutasi yang menahan gen untuk mekanisme ini dapat juga menyebabkan kanker. Sebuah mutasi dalam satu oncogen atau satu gen penahan tumor biasanya tidak cukup menyebabkan terjadinya tumor. Sebuah kombinasi dari sejumlah mutasi dibutuhkan.
DNA microarray dapat digunakan untuk menentukan apakah oncogene atau gen penahan tumor telah termutasi. Di masa depan kemungkinan tumor dapat dirawat lebih baik dengan menggunakan DNA microarray untuk menentukan karakteristik terperinci dari tumor.
Penuaan menyebabkan lebih banyak mutasi di DNA mereka. Ini berarti "prevalence" tumor meningkat kuat sejalan dengan penuaan. Ini juga kasus di mana orang tua yang terdapat tumor, kebanyakan tumor ini merupakan tumor ganas. Contohnya, bila seorang wanita berumur 20 tahun memiliki tumor di dadanya kemungkinan besar tumor ini adalah jinak. Namun, apabila wanita berumur 70 tahun makan kemungkinan besar tumor ini adalah ganas.
Inisiasi tumor
Inisiasi tumor bermula saat karsinogenesis kimiawi yang terjadi pada sel menyebabkan kerusakan genetik yang tidak dapat dipulihkan.[1] Pada organ paru dan usus besar manusia, perubahan epigenetik adalah perubahan awal yang terjadi pada proses karsinogenesis.
Kerusakan genetik tersebut disebabkan kesalahan genetik yang diinduksi oleh karsinogen kimiawi dengan mengubah struktur molekul pada DNA yang berakibat pada mutasi dalam sintesis DNA. Perubahan struktur molekul DNA, terjadi setelah terjadi adduct atau ligasi antara karsinogen atau salah satu gugus fungsionalnya dengan salah satu nukleotida di dalam DNA. Hal ini menjelaskan mengapa tumor sangat jarang ditemukan pada jaringan tubuh yang tidak dapat membentuk ligasi karsinogen-DNA.
Ligasi ini akan mengaktivasi proto onkogen atau meng-inaktivasi gen penghambat tumor. Metilasi DNA pada area promoter dalam berkas gen, dapat mentranskripsikan inaktivasi gen penghambat tumor.
Akumulasi mutasi kemudian terjadi, jika sel mempunyai kemampuan proliferasi dan hidup cukup lama di dalam organisme.
Promosi tumor
Karena akumulasi mutasi berbanding lurus dengan laju proliferasi, atau setidaknya pada laju pergantian sel punca, ekspansi klonal dari sel terinisiasi, akan menghasilkan populasi sel, sebelum mengalami perubahan genetik lebih jauh. Pada tahap ini, sebuah zat yang disebut promoter tumor bekerja.
Promoter tumor, pada umumnya tidak bersifat mutagenik, tidak bersifat karsinogenik, dan sering memiliki kemampuan untuk menginduksikan potensi kimiawinya tanpa aktivasi metabolik terlebih dahulu. Agen ini memiliki kemampuan untuk menurunkan jangka waktu latensi guna pembentukan tumor, setelah terpapar suatu jaringan atau sebuah inisiator tumor, atau meningkatkan jumlah tumor yang terbentuk di dalam jaringan. Selain itu, promoter tumor juga dapat membentuk heterodimer dengan zat inisiator yang terlalu lemah untuk menimbulkan dampak karsinogenik dalam bentuk monomernya.
Minyak kroton yang diekstrak dari biji Codiaeum variegatum, merupakan promoter tumor dalam karsinogenesis kulit dengan lintasan senyawa 12-otetradecanoylphorbol-13-acetate melalui aktivasi protein kinase-C. Peningkatan diasilgliserol akan menyertai aktivasi tersebut, hanya jika terjadi asupan lemak makanan kadar tinggi yang kontinu.
Contoh promoter lain berupa dioksin, benzoil peroksida, makrosiklik lakton, bromometilbenzantrasena, antralin, fenol, sakarin, triptofan, dichlo- rodiphenyltrichloroethane (DDT), fenobarbital, kondensat asap rokok, polychlorinated biphenyls (PCBs), teleosidin, asam siklamat, estrogen, asam empedu, sinar ultraviolet, luka, abrasi, dan iritasi kronis lain seperti saline lavage.
Sedangkan agen yang dapat menginisiasi sekaligus mempromosikan tumor, disebut karsinogen utuh, antara lain: benzo[a]pyrene dan 4-aminobiphenyl.
Berbagai Macam Obat Tumor
Bagi banyak orang, tumor merupakan salah satu penyakit yang cukup menakutkan. Banyak orang merasa bahwa hidupnya telah berakhir karena mereka terkena tumor. Mereka merasa putus harapan dan patah semangat seolah tidak ada harapan lagi buat mereka, walaupun banyak juga orang yang tetap bersemangat menjalani hari-harinya. Sebelum seseorang memutuskan obat tumor mana yang akan dipakai untuk merawat penyakitnya tersebut, alangkah baiknya kalau orang tersebut termasuk kita semua untuk mempelajari lebih jauh mengenai tumor, gejalanya, efek yang ditimbulkan, pengobatan baik pengobatan medis maupun pengobatan tradisional serta obat alternatif. Semakin kita memiliki pengetahuan yang cukup, semakin kita tahu bagaimana menyikapi serta menentukan obat tumor terbaik sesuai dengan kondisi masing-masing.
Pengobatan medis yang dilakukan untuk menangani tumor ganas yang diderita seseorang pada umumnya menggunakan metode radiasi, kemoterapi, operasi maupun gabungan dari ketiganya, tergantung dari letak dan seberapa parah tumor itu. Namun, akhir-akhir ini banyak orang memilih obat tumor yang berupa obat alternatif karena dianggap lebih murah, meriah dan gampang didapat. Dari sekian banyak obat tumor yang ada di pasaran, obat herbal merupakan pilihan bagi sebagian besar orang dibandingkan dengan obat tumor yang diresepkan oleh dokter maupun Rumah Sakit.
Maraknya pengobatan herbal dan pengobatan alternatif membuat banyak orang bingung menentukan pilihan obat tumor terbaik baginya. Bahkan didapati lebih banyak dari mereka yang memilih obat alternatif daripada pengobatan medis.
Belum lama ini, penelitian di Amerika menemukan bahwa acriflavine dipercaya dapat menghambat pertumbuhan tumor. Obat tumor ini harus disuntikkan setiap hari. Jika Anda menderita tumor dan bingung menentukan obat tumor mana yang paling sesuai dengan kondisi Anda, sebaiknya Anda berkonsultasi ke ahlinya yang Anda percaya untuk pengobatan yang terbaik. Kalaupun Anda memilih obat tumor alternatif untuk membantu penyembuhan Anda, cari informasi sebanyak mungkin mengenai produk yang Anda pilih, efek samping, dll agar obat tumor tersebut bisa berfungsi maksimal dan benar-benar membantu proses kesembuhan Anda.
Pengobatan Tumor
Mengenal Pengobatan Tumor Lebih Dalam
Adalah keinginan semua orang untuk memiliki tubuh yang sehat. Tetapi terkadang orang harus mengalami suatu penyakit karena berbagai macam faktor seperti kebiasaan buruk merokok, minum minuman keras, pola makan salah ataupun karena keturunan. Salah satu jenis penyakit yang ditakuti orang adalah tumor. Secara singkat tumor bisa diartikan sebagai pertumbuhan jaringan tubuh yang tidak normal, di mana pembelahan sel yang terjadi di dalam tubuh tidak sempurna. Mereka yang terkena tumor akan berusaha semampu mereka untuk memperoleh pengobatan tumor terbaik untuk mengembalikan kesehatan mereka.
Pengobatan tumor dilakukan tergantung dari jenis dan letak tumor. Karena tumor dibagi menjadi 2 yaitu tumor jinak dan ganas, maka pengobatan tumor untuk masing-masing jenis tersebut tentu saja berbeda. Karena tidak mempunyai kecenderungan untuk menyebar, terkadang dalam pengobatan tumor jinak tidak dilakukan tindakan apapun karena tidak menimbulkan rasa sakit dan letaknya tidak mempengaruhi fungsi organ tubuh lain. Tetapi dalam beberapa kasus, pengobatan tumor jinak seperti pengangkatan tumor diperlukan terutama untuk alasan kecantikan. Lain halnya dengan tumor ganas, pengobatan tumor jenis ini memerlukan tindakan yang serius, hati-hati dan tepat. Umumnya pengobatan tumor ganas dilakukan dengan metode sebagai berikut:
- Penyinaran
- Kemoterapi
- Operasi
- Bahkan gabungan ketiganya.
Pengobatan tumor ganas yang belum menyebar dan mempengaruhi kelenjar di sekitar tempat tumbuhnya bisa dilakukan dengan operasi pengangkatan. Pengangkatan tumor harus dituntaskan sampai ke akar-akarnya agar tidak tumbuh lagi di kemudian hari. Namun, jika tumor tersebut sudah menyebar maka pengobatan tumor yang dilakukan adalah dengan penyinaran atau radiasi dan kemoterapi atau gabungan keduanya. Dalam kasus tertentu, seorang pasien memerlukan pengobatan tumor ganas dengan penyinaran, kemoterapi dan operasi.
Untuk pengobatan tumor terbaik, Anda harus konsultasi dengan ahlinya yang Anda percaya, karena hal-hal seperti umur, riwayat kesehatan, alergi dan lain-lain juga merupakan faktor penting yang harus dipertimbangkan sebelum menjalani pengobatan tumor tersebut. Faktor biaya juga kadang menjadi penghambat seseorang untuk mencari pengobatan tumor terbaik untuk membantu dia sembuh dari penyakitnya.
Langganan:
Postingan (Atom)
