Tragedi 23 November 2015
Sejak beberapa hari yang lalu semua guru sudah memikirkan baju apa yang harus dipakai untuk lomba hari PGRI yang dilaksanankan di SMA Plus N 2 Banyuasin III dan MAN Pangkalan Balai. Guys, diri ini juga memikirkan warna. Singkat cerita, pulang dari pengajian IRMAS di Tanjung Agung diri ini bergegas menuju ke Mini Market "S". Ternyata baju olahraga disana yang warna kuning hanya ada 1 itupun baju kipper sepak bola (hahah) sehingga tidak ada pilihan lain untuk ukurannya. Senja pun datang, si bebek melaju dengan pesat menuju kerumah. Baju olahraga, training, sepatu cat siap dipakai untuk pagi yang cerah.
07.00 WIB si bebek siap meluncur menuju ke sekolah, semangat 45 pun hadir di dalam diri ini untuk mengikuti lomba tersebut. Tapi... semua berubah seketika, baru seperempat perjalanan, tepatnya didesa Lubuk Saung terjadilah kejadian yang tak disangka. Si bebek meluncur seperti biasanya tiba-tiba terhenti dengan keadaan terhempas, diri ini pun tak luput dari goresan aspal. Semua berubah setelah kejadian yang menyita waktu tak kurang dari 1 menit tersebut. Kedua lutut dan tangan pun menjadi saksi goresan aspal ditubuh ini.
Alhamdulillah guys, tak ada kata sesal di dalam diri karena hamba yakin semua kejadian itu pasti ada hikmah yang sangat besar. Mungkin Allah memberikan hadiah kepada diri ini unutk istirahat dari kesibukan diluar yang full beberapa minggu yang lalu.
Alhamdulillah dalam keadaan tak berdaya mereka semua menjadi penyemangat diri yang lemah ini.
Terima kasih orang-orang terkasih: All my family, mak, pinokio, dan mereka semua yang ada di frame di atas.
Guys,,setiap orang pasti pernah mengalami saat-saat sulit dalam menjalani kehidupannya. Kadang kesulitan itu memang membuat seseorang frustasi, bingung, stres, panik, putus asa dan sikap negatif lainnya. Namun hal ini hanya terjadi pada kebanyakan orang yang hidupnya jauh dari tuntunan Al-Qur`an. Jauhnya mereka dari tuntunan Al Qur’an menyebabkan mereka gampang gelisah, tegang, dan marah. Mereka menjalani kehidupan ini dengan beban masalah dan tekanan batin yang luar biasa beratnya, sehingga menjauhkan mereka dari kebahagiaan hidup.
Seorang mukmin tentu berbeda dalam menyikapi berbagai kesulitan hidup yang dihadapinya. Mereka memahami bahwa kesulitan atau ujian diberikan oleh Allah subhanahu wa ta’ala dalam rangka menguji hamba-Nya. Dan mereka tahu bahwa kesulitan itu dibuat untuk membedakan antara mereka yang benar-benar beriman dan mereka yang memiliki penyakit di hatinya, yaitu mereka yang tidak tulus dalam meyakini keimanan mereka. Karena itu, ujian atau kesulitan yang hadir dalam kehidupan kita akan menunjukkan siapakah kita sebenarnya. Alloh menjelaskan melalui firman-Nya, bahwa Dia akan menguji manusia untuk melihat siapakah yang benar-benar beriman.
Rasa sedih saat mengalami kesulitan hendaknya juga disertai harapan, sungguh sejuk terdengar di telinga kita ungkapan dan pernyataan yang bersumber dari Allah subhanahu wa ta’ala melalui Al-Qur’an, “Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan”. Begitu indahnya Allah ciptakan hikmah di balik segala sesuatu.
Sesungguhnya setelah kelaparan ada kenyang, sesudah dahaga ada kesejukan, setelah sakit ada sembuh, pasti yang sesat jika berusaha sungguh-sungguh akan menemukan jalannya, yang telah melalui kegelapan ada secercah cahaya terang benderang. Lihatlah para petualang di sebuah gua yang gelap, setelah berjalan kesana kemari melihat setitik lubang cahaya.
Apabila kita melihat dan berjalan di tengah padang pasir nan tandus itu, kita berjalan lagi.. masih juga padang pasir, berjalan terus. Sampai suatu saat kelak kita akan menemukan dedaunan hijau, perkampungan hijau, ada kehidupan disana. Semua itu karena setiap ada muara ada hulunya atau sebaliknya. Ada ujung ada pangkalnya, ada kesulitan pasti setelah itu ada kemudahan.
Bila kita melihat tali itu kuat dan sambung menyambung, lihatlah suatu saat pasti akan terputus juga. Dibalik kemelaratan, pasti ada kebahagiaan. Di dalam ketakutan, akan disertai rasa aman. Dalam kegoncangan, setelah itu pasti angin itupun tenang kembali. Ombak menderu-deru, tidak selamanya ia bergejolak terus, pasti ada masa tenangnya.
Begitulah sunnatullah di dunia ini. Tidak ada kesusahan yang terus menerus. Sebagaimana tidak ada kesenangan yang abadi. Semua akan datang silih berganti. Maka tidak semestinya seorang mukmin merasa putus asa ketika kesulitan menerpa, karena setelah itu kemudahan pasti akan menggantikannya. Bukankah Allah ta’ala telah berfirman :
“Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (QS. Asy-Syarh: 5-6).
Berkata Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di mengenai ayat tersebut : “Ayat ini memberi kabar gembira tatkala orang menjumpai kesulitan dan kesukaran, maka kemudahan pasti menemaninya. Seandainya kesulitan sesulit lubang biawak, maka kemudahan pun akan memasuki lalu melepas kesulitan. Allah ‘Azza wa Jalla berfirman (dalam ayat yang lain) :
”Alloh kelak akan memberikan kelapangan sesudah kesempitan.”[QS. Ath-Thalaq : 7]. (Taisir Al-Karim Ar-Rahman : 1/929).
Imam Al-Khaththabi berkata : “Jika kita lihat teks ayat (QS. Asy-Syarh: 5-6) diatas, disebutkan ada dua kesulitan dan ada dua kemudahan. Akan tetapi, kesulitan itu hanya (dihitung) sekali karena datang dengan isim ma’rifat (tertentu), sedangkan kemudahan menunjukkan nakiroh (umum, jumlahnya banyak) menunjukkan bahwa yang pertama berlainan dengan yang kedua. Maksudnya kesulitan itu berada di antara dua kemudahan, yaitu kemudahan di dunia dan kemudahan berupa pahala di akhirat.” (Syarh Kitab At-Tauhid : 8/92, Al-Ghunaiman).
Oleh karena itu, seorang mukmin tidak boleh berputus asa ketika ditimpa kesulitan. Karena kemudahan pasti akan datang setelahnya, dengan jumlah yang lebih banyak daripada kesulitan yang dialaminya.
Orang yang cerdas, lagi pintar, akan merubah kerugian-kerugiannya kepada keberuntungan-keberuntungan. Lihatlah betapa Rasulullah shalallahu alaihi wasallam diusir dari kampung kelahirannya Mekkah. Apakah beliau bersikap pesimis dan patah semangat? Tidak! bukan! Beliau hijrah ke Medinah dan mencari penghidupan baru disana, berkarya, bekerja dan berdakwah, sehingga jadilah beliau maju dan dapat membangun Madinah menjadi manusia-manusia bertaqwa, setelah mapan beliau baru kembali membangun asal negerinya yang beliau pernah diusir itu.
Bayangkan, seorang tak tahu baca dan tulis, diusir dari kampung halamannya sendiri, dan oleh bangsanya sendiri, dapat merubah masyarakat dari lembah kejahiliahan, menjadi insan yang tahu ilmu, tahu nilai-nilai akhlak yang luhur, dan maju dalam perekonomian. Dikenal dan dikenang dalam sejarah turun temurun.
Imam Ahmad bin Hanbal dipenjarakan, dicambuk, apa yang terjadi pada beliau setelah itu? Beliau jadi Imam ahli Sunnah yang jasanya dikenang sepanjang masa. Imam Ibnu Taimiyah keluar dalam tahanannya penuh dengan ilmu yang berlimpah ruah, ditengah kesempitan penjara, beliau mampu mengarang puluhan jilid buku.
Guys, Apabila seseorang menimpakan kepadamu kemudharatan, dan apabila kalian ditimpa musibah, maka lihatlah dari sisi lainnya.
"Kurangi mengeluh, Perbanyak bersyukur". Guys inilah sebuah kalimat yang selalu menjadi motivasi setiap kali ujian datang di dalam diri ini. Selalu jadikan pedoma Al-Qur'an dan Hadist yaah guys...:)
Wallahu a’lam bishawab.











