wulan

Kitab Al-Qur'an adalah benar-benar sabda Allah SWT yang disampaikan oleh Nabi Muhammad SAW dengan mutu keajaiban terletak pada gaya bahasanya yang sempurna dan agung. Suatu mukjizat yang dapat disaksikan oleh umat manusia untuk membuktikan kebenaran Nabi Muhammad SAW.

Minggu, 22 April 2012

Legenda Pulau Kemaro

22 April 2012....


ketika kita menyebut kata Palembang, qt pasti mengaitkan nya dengan empek-empek, Sungai Musi, Jembatan Ampera dan satu tempat yaitu Jakabaring Sport City tempat berlangsungnya Pesta olahraga SEA Games XXVI bulan November yang lalu. Padahal di Palembang ada banyak tempat yang wajib untuk dikunjungi, salah satunya adalah Pulau Kemaro.






Pulau Kemaro sendiri sebenarnya merupakan sebuah delta yang berada di perairan Sungai Musi. Konon kabarnya pulau ini tidak pernah terendam air meskipun sungai Musi sedang pasang tinggi sekalipun. Karena itulah pulau ini dinamakan Pulau Kemaro, yang berarti tidak pernah tergenang air. Ada sebuah legenda di Pulau Kemaro tentang Putri Raja Palembang bernama Siti Fatimah yang di peristri oleh saudagar asal Tionghoa bernama Tan Bun An. Setelah menikah Tan Bun An mengajak istrinya melihat kampung halamannya. Dan saat akan kembali ke Palembang, mereka dihadiahi beberapa buah guci. Sesampainya di perairan Sungai Musi didekat Pulau Kemaro, Tan Bun An ingin melihat isi hadiah yang diberikan kepada mereka, ternyata isi guci tersebut adalah sawi asin. Tan Bun An membuang guci-guci tersebut ke sungai Musi dan saat ingin membuang guci yang terakhir , guci tersebut terjatuh dan pecah. Ternyata ada kepingan koin emas dibawah tumpukan sawi asin tersebut. Tan Bun An langsung menceburkan diri ke Sungai Musi untuk mencari guci guci yang sudah dibuangnya ke sungai. Seorang pengawal Tan Bun An ikut menyelam untuk membantu. Melihat suaminya terjun ke sungai dan tidak muncul, Siti Fatimah memutuskan untuk terjun ke Sungai Musi untuk mencari sang suami. Dan mereka bertigapun tidak pernah muncul dipermukaan. Ada tiga gundukan yang terdapat di Pulau kemaro yang dipercaya sebagai makam Siti Fatimah, Tan Bun An dan seorang pengawalnya.






Di Pulau Kemaro sendiri terdapat tempat Ibadah masyarakat etnis Tionghoa, sebuah pagoda berlantai sembilan dan juga patung laughing Budha berwarna keemasan. setiap Tahun Baru Imlek, masyarakat etnis Tionghoa dari berbagai tempat dan negara berdatangan ke Pulau Kemaro dalam perayaan Cap Go Meh. untuk yang bukan termasuk etnis Tionghoa jangan khawatir, karena Pulau Kemaro terbuka untuk siapa saja yang ingin berkunjung. Tentu saja kita harus saling menghormati kepercayaan masing-masing teman....:)


....ini lah perjalanan q yang berkesan bersama anak-anak  Pendidikan Biologi 2011 Universitas Sriwijaya untuk melakukan pengamatan disungai musi, n bersamA Dosen FKIP Biologi dalam acarA perpisahan Pak Junaidi ...:)



Kamis, 19 April 2012

SALAM AKAR...

Saat pohon tumbuh subur, daun rimbun, berbunga indah dan menampilkan keelokannya pd dunia ..
Dan bunga pun mendapat pujian dr siapa yg memandang .. 
Tp akar tetap bersembunyi dlm tanah, tak dilihat..
 Itulah akar, kebaikannya tulus, tanpa berharap pujian...
Mari terus memperbaiki niat kita dlm setiap perjuangan agar selalu lurus meski banyak ujian yg dapat membelokkannya ...
 #...:)

Minggu, 15 April 2012

Senandung Rindu

Album : Bahasa Jiwa
Munsyid : Maidany
Dalam kenangan, s'lalu merindu
Tatkala hati teringat masa yang lalu
Ditimang oleh ayah dan ibu
Dalam lamunan, s'lalu terkenang
Tatkala diri s'lalu menanti
Belai kasihmu dalam sayangmu
S'lalu dimanja S'lalu dikenang
S'lalu dibuai daku dalam cintamu
S'lalu dimanja
S'lalu dikenang
S'lalu dibuai daku dalam rindumu
Walau terkadang hatimu luka
Walau terkadang jiwamu resah
'Kan kubalas cintamu dalam hidupku
'Kan kubalas kasihmu dalam jiwaku
'Kan kukenang dirimu dalam doaku
Wahai ayah dan ibu, semoga bahagia dirimu

Kamis, 05 April 2012

Sejarah Desa Lubuk Rengas, Kecamatan Rantau Bayur, Kabupaten Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan

#Diphoto oleh anak Lubuk Rengas dari atas tower (Februari 2012)
Pada tahun 1758 setelah pecah kerajaan majapahit datang dua orang laki-laki dari tanah jawa ke palembang, namanya Janggot dan Ayat. Setelah tiba di Palembang, kebetulan di Palembang ada gajah yang sangat buas bernama Cik Bahar. Pada pukul 16.00 WIB semua orang tidak berani keluar rumah karena takut dengan gajah buas tersebut. Ayat tidak mengetahui hal tersebut sehingga dia langsung keluar rumah. Tiba-tiba gajah tersebut menyungkur Ayat, tanpa pikir panjang ayat langsung menjinakkan gajah tersebut dengan kekuatan yang dimilikinya. Lalu Ayat mematahkan gading sebelah kanan gajah tersebut. Gajah tersebut pingsan dan setelah sadar dia berkata kepada Ayat, “ wahai kau Ayat dimanapun kuburan mu kelak akan ku bongkar!” Sejak peristiwa tersebut orang-orang tidak takut lagi keluar rumah.
Pemerintahan saat itu dipimpin oleh sunan sakti bernama Sunan Lemabang atau yang biasa dikenal dengan sebutan Hulubalang. Beberapa tahun kemudian Palembang diserang oleh belanda. Ayat pun ikut berjuang dalam perang itu, tetapi pihaknya mengalami kekalahan. Kemudian ayat kembali ke Sungai Musi. Ayat pun menelusuri sungai tersebut sampai kemuara yang menghadap ke arah terbitnya matahari. Ditengah perjalan, Ayat melihat buah Majo (bahasa setempat yang artinya buah Maja) yang terapung-apung di air.
Konon katanya buah tersebut sangat pahit, tetapi Ayat tidak peduli dan dia langsung mengupas buah tersebut lalu direbusnya dan dimakannya. Ternyata buah tersebut tidak pahit melainkan sangat manis. Kemudian dia memberi nama sungai tersebut dengan nama Sungai Majo Manis. Dia melanjutkan perjalanannya menyelusuri sungai tersebut mulai dari Tanjung Raman kemudian ke sungai Jambu. Sungai tersebut bercabang dua, yaitu : sungai Cambia di sebelah kiri dan sungai Rumah Petai di sebelah kanan. Setelah itu Ayat berlabuh dan membuat desa di tanah tersebut.
Kedatangan Ayat diketahui oleh Kubulibar Telapak yang merupakan salah satu pemimpin di wilayah tersebut. Kemudian terjadi perebutan wilayah diantara kedua belah pihak. Tetapi pada akhirnya Ayat menang atas peperangan tersebut. Karena dia kalah, kemudian Kubulibar Telapak membagi daerah tersebut menjadi dua daerah kekuasaan yang terdiri dari daerah kekuasaan Ayat dan daerah kekuasaan Kubulibar Telapak. Setelah beberapa tahun kemudian, Ayat meninggal dunia. Pada tahun 1914 Gajah Cik Bahar pun datang membalas dendamnya kepada Ayat dengan cara membongkar kuburan Ayat. Kemudian, gajah tersebut ditembak oleh Bapak Sima Bakri dan gajah itu pun mati. Pada tahun 1935 Nuhasan dan Anangpong Berbah penyerahan nama Majopani diubah menjadi Desa Lubuk Rengas.
sumber : Bapak Ar-rohim (yek uju)
writter : Triwulandari