wulan

Kitab Al-Qur'an adalah benar-benar sabda Allah SWT yang disampaikan oleh Nabi Muhammad SAW dengan mutu keajaiban terletak pada gaya bahasanya yang sempurna dan agung. Suatu mukjizat yang dapat disaksikan oleh umat manusia untuk membuktikan kebenaran Nabi Muhammad SAW.

Jumat, 30 Desember 2011

Tanggal 30 janji dag ditepati....BT.....:,(

minggu kemaren kan aq lah ngusul jgn tgl 30...tpi nyato.o masih bae,,ehh apo cb batal kan....
aq hari ini,,skrng pengen bgt nanggis, aq cma bljr ntuk ikhlas...ujiand ap lagi ini,,,,???aq lah sabar niand m"hadapi ini...awal mula tgal 30 pagi jam 8, ehh tau.a diundur jam 1,,,,pass sdh dtng dikelas lah siap mau ujian semester,,,ternyata mb".o dag biso dtng,,,nyesek ati q...dag bs di gambarke dgn kata"...dgn raut wajah yg begitu sedih , harapan yg sdah direncanakan hilang seketika setelah semua.a batal..:(
"
semoga ini ujiand untuk q yg bs melatih kesabaran q ya Allah..:)

Selasa, 27 Desember 2011

27 UAS fisdas n kimdas....:)

wah siang tadi aq sockkk sekali, yg bener ja...UAS.a 2 hampir bersamaan. Praktikum Fisdas dgn asdos yg bernm kx gerry n praktikum kimdas dgn dosen pak rodi edi, emmm gmna y....susah mo cerita dr mn mulai.a, yg jelas asyik walaupun fisdas aq agak error tapi aq menikmati UAS tersebut,and UAS kimdas q kira sangat sangat tak bisa q bayangkan, ternyata dosen.a baix sekali, jdi asyikx sangat.....
do'a q semoga aq mendapat nilai yg q ingin kan....Aamiin....^_^

Senin, 26 Desember 2011

Ayah 'bapak or bak'

engkaulah nafasku, yang menjaga di dalam hidupku, kau ajarkan aku menjadi yang terbaik ...
kau tak pernah lelah, sebagai penopang dalam hidupku, kau berikan aku semua yang terindah .....
aku hanya memanggilmu ayah, di saat ku kehilangan arah, aku hanya mengingatmu ayah, jika aku tlah jauh darimu....
I ♥ U
hari ini 100 hari u meninggalkan duni ini...selamat jalan semoga Allah menempaatkan mu di Surga "AYAH"

Minggu, 25 Desember 2011

Terima Kasih Ayah

Tak ada kata yang pantas terucap untukmu ayah. Mungkin engkau bukan orang terdekat. Mungkin engkau juga bukan yang selalu berada disampingku, saat aku bahagia, kecewa bahkan saat aku bersedih hingga meneteskan air mata.
Saat anak-anak pergi sekolah dengan ayahnya yang juga pergi bekerja, kita tidak pernah melakukanya karena kau yang harus berangkat lebih dulu saat matahari belum menampakan cahayanya.
Saat anak-anak menunggu kepulangan ayahnya untuk bermain bersama, tidak dengan aku yang selalu terlelap saat menunggu kepulanganmu yang begitu larut. Andai dapat ku beli waktu kerjamu kala itu, aku rela membayarnya dengan uang jajanku untuk bisa bermain bersamamu.
Kita mungkin bukan pasangan yang baik. Kau sibuk dengan urusanmu, sedangkan aku bermain dengan semua khayalanku.
Saat aku mulai tumbuh besar, kita mulai punya waktu untuk bersama. Tapi bukan untuk bermain melainkan melakukan pekerjaan yang tidak aku inginkan. Seolah kau menindasku, aku jadi tidak suka denganmu. Aku membenci semua tentangmu. Kau marahi aku jika melakukan pekerjaan yang tidak sesuai dengan maumu. Kau buat aku merasa lemah dengan ucapan-ucapan kasarmu. Ingin rasanya kau segera tiada dari duniaku, mengakhiri semua penderitaan dalam kehidupanku.
Pernah sekali aku menyalahkanmu atas apa yang terjadi dalam hidupku. Kusadari kau menangis saat ku terbangun sejenak dari tidur lelapku. Lama setelah itu, kupandangi wajahmu saat tertidur lelap, terbayang kerja keras yang kau lakukan untuk membesarkanku. Terbayang letih yang tersimpan dalam dirimu atas kerja keras yang kau lakukan untuk memenuhi kebutuhanku. Seakan tak tahu apa jadinya diri ini jika tanpa kehadiranmu. Tak ingin rasanya kehilanganmu dari sisiku.
Kini aku telah dewasa. Tumbuh menjadi seorang pemuda mandiri yang juga tidak dapat melupakan kasih sayang keluarganya. Kau ajarkan aku menjadi seorang yang siap menjalani kerasnya hidup tanpa melupakan kelembutan hati. Kau ajarkan padaku bagaimana menjadi pribadi yang kuat tanpa melupakan setiap orang punya kelemahan. Kau tanamkan padaku mencapai keberhasilan tanpa melupakan kalau setiap orang pasti pernah mengalami kegagalan. Kau buat aku berdiri di jalan yang penuh dengan hambatan dan rintangan agarku dapat menaklukan kerasnya kehidupan. Kau jadikan aku sebagai seorang pemimpin yang sanggup memimpin dirinya sebelum mempunyai kesempatan untuk memimpin orang lain. Dan yang jauh lebih penting dari itu semua adalah kau membuat aku merasa bangga atas semua yang telah kau lakukan untukku.
Karena itulah, aku selalu berdoa ”semoga Tuhan selalu memberi yang terbaik untukmu” Untuk setiap detak yang terjadi dalam nadi dan jantungku, hatiku berkata ”Terima Kasih Ayah”

Jumat, 23 Desember 2011

23 assyiK deh..^..^..

Emmm hari ini aq Alhamdulillah bahagia ...pagi" sekali aq seperti biasa melakukan aktifitas q, aq berangkat kuliah jam 7.30 WIB, Seperti biasa kalo jum'at qmi belajar Fisika dasar 3 sks loch. jam 10 lewat kami keluar kelaas,,,seperti biasa menuju kantin ntuk ngisi perut yang sudah memanggil so,, aq n kawwand" q mkan ...abis itu qmi punya rencana ntuk ke danau kampus...senang yo rasa.a, tak terhingga dech, apalagi sebeluMz kesitu kami beli kemplang n tak lupa minum.a dong, yahh walau cma kemplang itu lah yang membuat kebersamaan kami tak ternilai harga.a.^_^
jam 12 teng, aq n kawwand" q menuju ke kos yx amy, pengen tau dong apa yang kami lakukan...???qmi masak tekwan heheh, setelah dirasa" ehh ternyata enanx jg yach, tekwan + es teh..so sweeet banget..:) kenyang dech....:)....^_^
SEMOGA KEBERSAMAAN INI TETAP TERJAGA ...AAMIIN...:)
Aq TRIWULANDARI Yx Amy ROUNNISA AMINY westy WESTY AQMARCELIA RIZKI mAK siti SITI HAJAR Dhita REDITA ALVIONITA

Selasa, 20 Desember 2011

20 desember hati q campur aduk

Seperti biasa subuh sekiter jam 5.30 aq bangun, untuk melaksanakan perintah qt sebagai muslim, lanjuut cerita jam 6 aq masak nasgor,,,ehhh enak sekali....:) # itu menurut q ..hihihihi
lanjut mandi, beres-beres, go kekampus,,,,eiittt tidak lupa q menulis 10 kata sulit ntuk persiapan persentasi b. inggris, tapi tapi ternyatakelompok aq dak jdi maju kedepan loh...:) assyek..but tetep doong ada tugas dr miss novit. yah dag papo lah asal jgan persentasi heheheh, aq kan agak lemot law berhubungan dgn english study, yahh gitu deh....:)))).....<3
selesai d3h pelajaran yg berhubungan dengan english gitu...tinggal UAS aje neng....SEMANGAT, aNAK muda :)
lanjut lagi pelajaran fisika dasar, so far so good, tpi yg jdi dilema q sekarang UAS fisdas itu jgn lah uy tgal 30.. coz malem jum'at tgal 29 itu dirumah q nak 100 an my father...:( so, please lah mb' diundur tamggal 28 atau 29 ajahcc yaww....please :^_^

11 desember yg selalu terbayang dimata q...:(

Pagi sekali aq bela-bela i nunggu ojek, aq dr sini menuju kesana untuk memenuhi UAS, tpi apalah daya sebelum sampai tujuand 2 lelaki itu/Pencopet membuka tas q sehingga lenyap lah dompet q...:(
memang isinya sungguh sangat berarti bagi q, tpi semua itu tak kan bisa kembali lagi. lenyap tak berbekas dan sampai kapanpun aq tak kan bisa mendapatkannya lagi.
Tapi aq yakin Allah punya rencana untuk q, yang lebih indah dr sebelumnya. Tapi jika q ingat keadaan q waktu kejadiand itu sungguh tragis, tak bisa q bayangkaan. Beruntung aq punya teman, sahabat yang sangat care dengan aq, and kakak q yang sangat baik, terima kasih semuanya.
Demi aq kakak q rela membagi uang jajannya untuk aq, sekali lagi q ucapkan thank'z buat orang-orang yang selalu menyayangi ku.
Untuk orang tua q terima kasih Atas do'a.a ntuk My mother n Alm. my father, aq akan terus membuat kaliand banggaa dengan q...DO'A Kan q selalu yaw...:)

Senin, 19 Desember 2011

19 kan ku ingat selalu

Hari tanggal 19, masih ku ingat kejadian 3 bulan lalu yang membuat ku terbayang selalu, tak kan pernah lupa dengan kejadian itu... buat my inspirator q...aq bangga telah menjadi anak perempuan yang terlahir didunia ini....semoga Allah selalu melapangkan tempat mu disana to:my father...:)

Senin, 12 Desember 2011

Menjadi Manusia Yang Lebih Baik Dari Hari Kemarin

Teman-teman.
Ada sebuah pertanyaan yang agak bodoh. Jika orang ditanya; “Mau pilih untung atau rugi?” Pastilah dia memilih untung. Memangnya siapa diantara kita yang mau rugi? Apalagi kalau ditanya; “Kamu mau bangkrut atau tidak?” Hah! Rugi saja tidak mau, apalagi kalau sampai bangkrut. Ya jelas tidaklah. Tapi, tunggu dulu. Kira-kira, mengapa ada orang yang begitu dungunya hingga bersusah payah menyampaikan pertanyaan pilon itu? Ternyata pertanyaan itu memang layak diajukan kepada kita. Karena, meskipun secara konsepsi kita tidak ingin rugi, namun perilaku kita sehari-hari menunjukkan bahwa kita sedang menuju kepada kerugian. Anda yang merasa tidak pernah rugi dalam berbisnis mungkin menyangkalnya. Namun, benarkah demikian?
Jaman dahulu kala, ada seorang lelaki yang dijuluki sebagai ‘Al-Amien’. Artinya, orang yang terpercaya. Dikemudian hari, Al-Amien ini disebut-sebut sebagai Sang Utusan. Pada suatu hari, beliau melintasi sebuah kota. Kepada orang-orang dikota beliau bertanya; “apakah kalian tahu apa artinya untung, rugi, dan bangkrut?” Sungguh, itu pertanyaan gampang. Sehingga setiap orang bisa menjawabnya dengan mudah. Namun, tak satupun dari jawaban itu yang memuaskan sang utusan. Lalu dia berkata “Orang-orang yang beruntung adalah mereka yang dihari ini, lebih baik dari hari kemarin. Mereka yang tidak lebih baik dari hari kemarin, adalah orang-orang yang merugi. Sedangkan jika dihari ini dirinya lebih buruk dari hari kemarin, maka mereka adalah orang-orang yang bangkrut.”
Jadi untuk menilai apakah kita untung, rugi atau bangkrut caranya sederhana, yaitu; membandingkan hari ini dengan hari kemarin sebagai acuan. Jika kita bisa menjadikan hari ini lebih baik dari hari kemarin, maka kita sungguh menjadi orang yang beruntung itu. Namun, seandainya kita hanya bisa menjalani hari ini dengan nilai yang setara dengan hari kemarin, maka sesungguhnya kita ini merugi. Apalagi seandainya dihari ini, perilaku kita, sikap kita, cara berpikir kita lebih buruk dari hari kemarin. Maka, kita masuk kedalam kelompok orang-orang yang bangkrut.
Kita cenderung menggunakan jumlah uang, harta kekayaan, dan kesuksesan dalam karir untuk mengukur untung dan rugi. Hari ini, kita diajak untuk melihat untung dan rugi dengan perspektif lain. Dengan menggunakan konsep ‘pertumbuhan’. Yaitu, konsep untuk bertumbuh. Terus bertumbuh. Dan terus bertumbuh dari hari kemarin, menuju ke hari ini, dan melanjutkannya ke hari esok. Konsep ini, tidak hanya berlaku bagi orang-orang yang sedang membangun kesuksesan non-material belaka. Anda yang tengah berfokus kepada kesuksesan material juga bisa menggunakannya sebagai sarana untuk meningkatkan kinerja kapital anda. Jika anda mendapatkan seribu rupiah kemarin, anda mesti mendapatkan lebih dari seribu hari ini. Jika tidak, maka artinya anda rugi, atau malah bangkrut. Dari sudut pandang ilmu ekonomi, uang seribu rupiah hari ini nilainya lebih rendah dari seribu rupiah kemarin sebagai konsekuensi dari inflasi. Jadi, hikmah yang diajarkan seribu limaratus tahun lalu ini sungguh sangat relevan dihari ini.
Tapi, memang benar bahwa untuk sesaat kita perlu keluar dari alam materialistik menuju kepada dimensi non-materialistik. Toh, tubuh kita terdiri dari dua bagian penting; fisik dan non-fisik. Komponen fisik dibangun oleh unsur-unsur material. Sedangkan komponen non-fisik disusun oleh unsur-unsur non-material. Oleh karenanya, untuk menjadikan diri kita utuh; kita harus bersedia menembus hal-hal non-material itu.
Dalam perspektif non-fisik, konsep ini mengisyaratkan dua aspek penting. Aspek pertama berhubungan dengan pengetahuan, keterampilan atau keahlian. Pendek kata, kita ditantang untuk memastikan bahwa pengetahuan kita hari ini lebih banyak atau lebih baik dari hari kemarin. Maknanya? Kita mesti benar-benar menerapkan apa yang biasa kita sebut sebagai ‘long life learning process’. Ibu saya yang tidak berbahasa Inggris menasihatkan;‘Ulah liren diajar’. Artinya, ‘jangan pernah berhenti belajar’. Dan itu betul. Sebab, jika kita berhenti belajar, maka pengetahuan kita dihari ini tidak lebih baik dari hari kemarin. Jika demikian, kita tidak termasuk orang yang beruntung.
Aspek kedua berhubungan dengan perilaku, sikap serta tindak-tanduk kita. Aspek ini bisa menjadi lebih penting bobotnya dari yang pertama. Karena, kita sudah tahu bahwa sikap bisa berarti segala-galanya. Orang yang sikapnya buruk, kemampuan belajarnya juga buruk. Sehingga dengan sikap buruk, kita tidak bisa mengadopsi keterampilan dan keahlian yang lebih baik. Seorang karyawan yang bersikap buruk ditempat kerja, tidak akan bersedia untuk mempelajari hal baru. Menangani tugas-tugas tambahan. Atau melatih diri untuk mengasah keahlian. Seorang karyawan yang berpikiran dan berprasangka buruk pun demikian. Apapapun yang dilakukan atasannya, akan dicurigai dan disikapi dengan buruk.
Sebaliknya, orang-orang yang bersikap baik. Berpikir positif. Membuka diri terhadap kritik. Pastilah akan mendapatkan peningkatan bermakna hampir dalam segala hal. Bahkan, sekalipun memang benar bahwa atasannya memperlakukan dia secara tidak adil. Memangnya, kita bisa selalu bersikap positif untuk setiap tindakan buruk yang dilakukan oleh orang lain kepada kita? Memangnya, kita selalu bisa bersikap positif untuk peristiwa-peristiwa menyakitkan yang menimpa kita? Tentu saja bisa. Mengapa? Karena, kita semua mengetahui dan meyakini bahwa dalam setiap peristiwa; ada sisi baik dan ada sisi buruk. Bahkan, kejadian yang baikpun ada sisi buruknya. Sebaliknya, peristiwa buruk selalu ada sisi baiknya. Itulah sebabnya kita mempunyai istilah; ‘dua sisi mata uang’. Mana ada uang yang hanya memiliki satu sisi? Sikap yang baik akan membantu kita untuk selalu menemukan sisi baik dari hal apapun yang kita hadapi.
Sampai disini, jelas sudah bahwa sesungguhnya, ‘Al-Amien’ mengajari kita tentang sebuah prinsip sederhana, yaitu; “manjadi manusia yang lebih baik, dari hari kehari.” Bisakah anda membayangkan seandainya kita menjadi lebih baik setiap hari? Tentu pencapaian kita akan semakin baik dari hari ke hari juga.
Tapi tunggu dulu. Pelajaran kita belum selesai. Sebab, kedua aspek non material yang baru saja kita bahas itu baru menyentuh alam duniawi. Bagi kita yang meyakini bahwa selain dunia ini juga ada alam akhirat; tentu tidak cukup jika hanya mementingkan dan memperjuangkan urusan dunia saja. Urusan akhirat sama pentingnya. Sehingga kalimat itu selengkapnya berbunyi; ‘menjadi manusia yang lebih baik dari hari ke hari dimata Tuhan’. Semakin hari, hati kita semakin bersih. Niat kita semakin tulus. Dan kepatuhan kita kepada kehendak Tuhan menjadi semakin tinggi. Bisakah anda membayangkan seandainya dimata Tuhan kita bisa menjadi hamba yang lebih baik setiap hari? Tentu nilai kemanusiaan kita akan semakin meningkat dari hari ke hari juga.
Dan, jika kita ingat doa yang paling sering kita panjatkan. Doa yang berbunyi; “Tuhan, berikanlah kepadaku kebaikan didunia, dan kebaikan diakhirat.” Tentu kita juga akan sadar bahwa menjadi lebih baik dalam urusan dunia saja, tidaklah cukup. Mungkin kita untung secara duniawi. Pengetahuan kita semakin bertambah. Keterampilan kita semakin tinggi. Penghasilan kita semakin banyak. Rumah kontrakan diganti menjadi hunian cicilan. Sepeda motor beroda dua berubah menjadi mobil. Dari naik angkot menjadi menyetir mobil sendiri. Tapi, kalau nilai akhirat kita tidak menjadi lebih baik apa artinya? Apalagi jika semua peningkatan dan kenikmatan hidup itu semakin menjauhkan diri kita dari aturan Tuhan. Kita untung untuk ukuran dunia, tapi merugi berdasar kriteria akhirat.
Ini sungguh sesuatu yang sangat menakutkan. Menakutkan, karena hidup didunia ini hanya tinggal beberapa saat. Belum tentu umur kita sampai ke tahun depan. Betapapun berhasilnya kita secara duniawi, kenikmatannya hanya bisa dirasakan sementara. Sedangkan akhirat? Dia abadi. Selamanya. Menakutkan jika hanya sempat mengecap nikmat didunia sesaat. Namun, tidak dapat mengecap nikmat akhirat.
Jika nikmat dunia kita bertambah, namun cara kita bertingkah polah semakin buruk; kita benar-benar bangkrut. Hari ini, sudah Tuhan anugerahkan nikmat yang lebih banyak dari hari kemarin. Tapi, hari ini; kita terlenakan dengan kenikmatan itu. Sampai-sampai kita berpikir; ‘kapan lagi menikmatinya’. Lalu kita mengumbar semua keinginan. Oh, bagaimana seandainya Tuhan menjadi marah. Marah karena Dia sudah memberi kita nikmat lebih banyak. Namun, bukannya kita menjadi semakin mendekat. Sebaliknya, kita malah menjadi lebih berani menghujat hukum-hukumNya.
Rugi. Bukanlah tentang berapa uang kita yang hilang. Bangkrut. Bukan tentang bisnis yang tumbang. Melainkan tentang gagalnya diri kita untuk menjadi manusia yang lebih baik dari hari kemarin. Jadilah manusia yang lebih baik dari hari kemarin. Jadilah manusia yang lebih baik dari hari kemarin. Jadilah manusia yang lebih baik dari hari kemarin. Jadilah. Manusia. Yang beruntung.